Rabu, 28 September 2011

PROGRAM PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI

Posted by CONTRAKTOR 00.04, under | No comments


Health
Statement : PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI menjamin semua pekerja dapat bekerja secara Sehat dan dengan gaya hidup yang sehat juga.
Kesehatan adalah Aset yang sangat penting dalam bekerja dan beraktifitas, sehingga PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI mengadakan program-program untuk mendukung Kesehatan Pekerjanya.
Objective :
Mencegah Penyakit akibat Kerja
Menciptakan Iklim Kerja yang sehat serta mendukung Kesehatan Pekerja secara Optimal
Safety
Statement : PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI menjamin semua pekerja dan mitra untuk bekerja dengan aman dan dapat Selamat kembali kepada keluarga di rumah
PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI beserta Manajemen dan Pekerjanya sangat memperhatikan Aspek-Aspek Keselamatan dalam bekerja dan beraktifitas.
Keselamatan adalah Prioritas utama yang tidak dapat diabaikan, walaupun pencapaian-pencapaian lain dalam hal produksi dan pemasaran adalah tujuan perusahaan. Pencapaian target produksi dan keberhasilan pemasaran akan menjadi percuma jika aspek keselamatan tidak diperhatikan, untuk itulah semua Pekerja berkomitmen dalam hal mendukung dan memperhatikan aspek keselamatan dalam bekerja.
Objective :
Tanpa Insiden
Menghilangkan faktor-faktor resiko Kecelakaan Kerja
Security
Statement : PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI menjamin Keamanan Pekerja dan Mitra serta Peralatan Kerja terhadap gangguan-gangguan.
Keamanan dalam lingkungan Kerja merupakan faktor utama untuk terciptanya Suasana Kerja yang kondusif sehingga meningkatkan Produktifitas Pekerja dan Peralatan Kerja.
PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI mempunyai Sistem Manajemen Pengamanan yng disingkat dengan SMP yaitu Sistem Pengamanan Terpadu yang disusun oleh Kepolisian RI dimana dilakukan Audit/verfikasi secara Rutin oleh sebuah Tim dari Kepolisian RI.
Objective :
Tanpa Kehilangan Asset akibat Pencurian
Tanpa terhentinya Operasi akibat gangguan Keamanan
Environment
Statement : PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI menjamin lingkungan Kerja yang ramah lingkungan, operasi tanpa berbahaya dan ramah lingkungan serta berusaha menekan emisi terhadap lingkungan serta meningkatkan Efisiensi Energi.


Aspek Lingkungan sudah menjadi Prioritas utama dalam Operasi Perusahaan baik di kantor Pusat maupun Unit-unit Operasi, dimana Proses Eksplorasi, Produksi, Pengolahan, Distribusi maupun Penyimpanan (Storage) harus mengedepankan aspek Lingkungan yang ramah lingkungan, tanpa pencemaran dan emisi/radiasi maupun LImbah beracun serta meningkatkan pemakaian Energi secara Efisien.
Objective :
Tanpa Pencemaran Lingkungan,
Tanpa Menimbulkan berbahaya
Komitmen dalam pengurangan terhadap Limbah lingkungan
Komitmen dalam pemakaian Energi (Energy Eficiency)
Training (HSE Training Center – Sei Gerong)
Statement : Dalam hal pengembangan Kompetensi HSE, PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan maupun keahlian Pekerjanya, terutama dalam aspek HSE yang memenuhi Persyaratan Lokal maupun Internasional
Pengembangan Kompetensi dan keahlian dalam aspek HSE merupakan prioritas dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di PT. SURYA DIRGANTARA MANDIRI, sehingga setiap pekerja wajib menjalani Safety Mandatory Training, HSE Training Module untuk aspek Operasi dan HSE Leadership Training dengan Standar Internasional.
Untuk naik ke jenjang Jabatan yang lebih tinggi, maka seorang pekerja wajib mengikuti pelatihan Modul HSE yang sesuai dengan Jabatan yang akan dicapainya dalam waktu tertentu.
Objective :
• Mempunyai Skill dan kemampuan Aspek HSE sesuai jabatan dan pekerjaa

Selasa, 27 September 2011

PEDOMAN PENERAPAN BEHAVIOR BASED SAFETY

Posted by CONTRAKTOR 23.27, under | No comments


1. Principles of behavioral safety (Prinsip – Prinsip Keselamatan Perilaku)
Dalam mengerjakan seluruh proyek pekerjaan, maka keselamatan kerja sangan penting dalam malaksanakan pekerjaan. Ini berhubungan dengan perilaku dalam bekerja. Ketika dalam bekerja perlu memperhatikan keselamatan agar seluruh pekrjaan berjalan tanpa adanya korban. Dalam bekejan perlu mengunakan alat pengaman diri untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang fatal akibat kelalaian dalam bekerjan
2. Development of critical behavioral checklist (Pengembangan Ceklis Perilaku Kritis)
Pengembangan perilaku dalam bekerja sangat penting diterapkan dalam melaksanakan proyek pekerjaan guna keselamatan dalam bekerja, maka perlu dibuat ceklis pekerjaan sesuai dengan urutan sistem kerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam bekerja.
3. Communication skills (Keterampilan Dalam Berkomunikasi)
Komunikasi merupakan factor yang sangat memperngaruhi keberhasilan alam bekerja, pekerja dalam suatu proyek juga dituntuk mempunyai ketrampilan dalam menggunakan alat komunikasi untuk kelancaran suatu pekerjaan yang mempunyai jarak tertentu yang tidak dapat ditempuh dengan kendaraan. Dalam berkomunikasi dimaksutkan agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan gambar pekerjaan. Dan dengan berkomunikasi untuk menjalin kerjasama dengan pihak pengguna jasa.
4. Statistical analysis of observation data (satistik data pengamatan)
Dalam suatu proyek pekerjaan maka perlu dilakukan penghitungan data statistik dan pengamatan tentang prosentase pekerjaan yang telah ditentukan apakah sudah sesuai dengan jadwal yang telah disetujui dalam dokumen lelang.
5. Behavioral analysis (analisa Perilaku)
perilaku merupakan faktor utama pendukung produktivitas kerja, sehingga harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam bekerja sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan dalam proyek pekerjaan.
6. Observation methodology (Pengamatan Metodology)
Dalam suatu proyek pekerjaan pelu dilakukan pengamatan setiap item pekerjaan bersama sama dengan pihak direksi penguna jasa. Dan dilakukan pencatatan dan laporan hasil pekerjaan.
7. Coaching skills (Pelatihan Ketrampilan)
Setiap karyawan baru dalan suatu proyek pekerjaan maka perlu dilakukan pelatihan terlebih dahulu agar terhinda dari kecelakaan – kecelakan yang sedang maupun yang fatal. Bimbingan juga perlu dilakukan agar karyawan lebih berkompeten dalam melaksanakan pekerjaannya.



8. BBS process implementation models (Proses Pelaksanaan Model BBS)
Dalam suatu pelaksanaan pekerjaan proyek perlu dilakukan suatu gambaran tentang suatu pekerjaan yang akan dilakukan sehingga mempunyai arah dan tujuan yang jelas dalam suatu pekerjaan. Ini dimungkinkan agar tidak terjadi kecelakaan dalam suatu pekerjaan.

Rabu, 21 September 2011

RESPON DARURAT MEDIS DAN PERAWATAN.

Posted by CONTRAKTOR 21.16, under | No comments


Respons Darurat Medis dan Fasilitas Perawatan
Kami akan menyediakan perawatan fasilitas medis sebagai tindakan pertama pada kecelakaan untuk Penguna jasa dan personilnya, dimana sistemnya akan dibicarakan dengan Penguna jasa.


Rencana Medis Darurat
Kami akan mengembangkan rencana medis darurat yang luas sebagai bagian dari rencana darurat keseluruhan.
Rencana hal di atas akan mencakup paling tidak :
a. Organisasi
b. Skema Panggilan
c. Nomor Telepon Darurat
d. Isi dan lokasi Peralatan Pertolongan Pertama atau ruangan pertolongan pertama, rencana evakuasi
e. Prosedur muster points / head count Sebuah pelatihan untuk menguji rencana Evakuasi Darurat akan dilakukan setidaknya sekali setiap 4 bulan.

Prosedur Pertolongan pertama
Personil Pertolongan pertama yang cukup akan dilatih atau dipraktikkan untuk memastikan bahwa perawatan dasar pertolongan pertama dapat dan disediakan bagisemua karyawan selama jadwal operasi proyek dan tidak lebih dari (4) empat menit waktu tunggu.

Kotak Pertolongan pertama
Kami akanmemastikan bahwa kotak pertolongan pertama disediakan diseluruh area kerja lebih dari empat menit dari ruangan pertolongan pertama atau klinik. Program inspeksi untuk area ini akan dikembangkan oleh kontraktor untuk penyesuaian dan pengisian secara kontinyu pada kotak pertolongan pertama di area.

Rumah Sakit
Kami akan membuat perjanjian untuk menyediakan rumah sakit yang sesuai untuk dicantumkan dalam rencana darurat keseluruhan. Kontraktor akan menyediakan dan mengoperasikan ambulance yang telah dilengkapi sesuai dengan standart industri yang baik.

Tim pemadam api
Pada tingkat tertentu jika pekerjaan mencakup pemotongan atau pencabangan pipa yang telah dialiri gas, kontraktor harus menyediakan dan menghubungi dinas pemadam api lokal untuk bersiap pada lokasi jika kejadian darurat terjadi. Untuk tingkat tertentu dan sesuai dengan analisa keselamatan kerja yang telah disetujui
sebagian pekerjaan juga dapat dilindungi dengan penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai dengan perkiraan kelas kebakarannya.

Transportasi
Kami akan menyediakan transportasi untuk personilnya ke dan dari lokasi kerja. Semua kendaraan harus memenuhi persyaratan hukum kendaraan Indonesia termasuk dengan pengemudi dan kendaraan yang terdokumentasi. Penggunaan sepeda motor didalam proyek sangat dilarang. Kontraktor harus menyediakan fasilitas parkir dekat dengan kantor di lokasi. Akses untuk kendaraan pribadi pada lokasi sangat dilarang dan memerlukan ijin masuk melalui sistem keamanan yang diimplementasikan oleh kontraktor. Kontraktor harus,
dengan pengetahuan Penguna jasa, menjalankan prosedur ijin masuk yang sesuai. Dilarang menggunakan truk atau pickup sebagai kendaraan untuk penumpang, kecuali kendaraan di pasang dengan kursi penumpang yang sesuai.

Akomodasi Tempat Tinggal dan Fasilitas Sementara
Akomodasi tempat tinggal
Kami akan memastikan bahwa semua penyediaan tempat tinggal, termasuk perlengkapan dan fasilitas terkait, untuk personil yang dipekerjakan oleh kontraktor di lokasi yang dikerjakan oleh kelompok manapun atau
subkontraktor mematuhi peraturan negara Indonesia atau peraturan Penguna jasa. Kami akan memastikan bahwa akomodasi tempat tinggal, mencakup perlengkapan dan fasilitas terkait, disediakan dan sesuai dengan peraturan lokal. Tindakan ini akan dilangsungkan secara teliti menggunakan program audit terjadwal yang sistematis dan disetujui oleh Penguna jasa.

Fasilitas Sementara selama Konstruksi
a. Umum
kami akan bertanggung jawab penuh dalam penyediaan fasilitas sementara bagi kru kerjanya dan pengawas PGN. Fasilitas harus dijaga pada kondisi baik dan sesuai dengan /tetapi tidak terbatas pada peraturan lokal dan persyaratan proyek.

b. Fasilitas Catering
Kantin yang disediakan harus bersih dan rapi serta higenis dan secara tepat memungkinkan untuk mengakomodasi tim kerja secara mudah, dengan fasilitas terpisah untuk kelompok etnis utama atau kepercayaan yang berbeda yang dipekerjakan pada daerah kerja. Kontraktor akan menyerahkan rencana untuk disetujui PGN tentang fasilitas kantin dan audit inspeksi selama durasi proyek.

c. Toilets, Fasilitas Pencucian dan Ruang Ganti
Fasilitas ini harus diletakan secara strategis pada lokasi, biasanya didekat kantin dan lokasi kerja subkontraktor.
Kontraktor harus menyediakan dan mempertahankan sistem pembuangan sementara, yang sesuai dengan semua regulasi dan persyaratan dari pihak yang berwenang dengan pertimbangan higenis dari tempat kerja.

MENEJEMEN DARI IZIN KERJA

Posted by CONTRAKTOR 21.12, under | No comments


Izin Kerja (Permits to Work - PTW) (bersama-sama dengan metode yang berkaitan dan sertifikasi yang berkaitan jika perlu), harus diperoleh untuk pekerjaan yang mencakupantara lain :
a. Aktifitas kerja didalam fasilitas pabrik
b. Material beracun
c. Hot work dengan keberadaan bahan mudah terbakar atau peledak
d. Penggalian
e. Pekerjaan kelistrikan yang dinyalakan (Kontraktor bertanggung jawab dalam mamastikan bahwa sistem yang diasumsikan ‘tidak dinyalakan’ memang tidak dialiri listrik.)
f. Izin masuk pada area tertutup
g. Operasi Penyelaman
h. Pengangkatan berat/kritikal (Diputuskan oleh PGN)
i. Pengangkatan personil dengan cara mekanis (man baskets)
j. Peralatan peledak
k. Radiasi Ionisasi
l. Aktifitas commissioning (termasuk pekerjaan konstruksi yang belum selesai di daerah yang akan di- commissioning)
m. Pengujian Hidraulik/pneumatic/hidrostatik atau pengujian sistem lainnya
n. Pekerjaan penghancuran dan demobilisasi
Penyediajasa berhak untuk membatalkan izin kerja pada setiap waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya jika pertimbangan keselamatan membutuhkannya. Ijin kerja yang dikeluarkan oleh PGN tidak melepaskan kontraktor dan subkontraktor dari tanggung jawabnya untuk mengamati dan melakukan tindakan pencegahan kecelakaan
untuk lingkungan kerja yang aman di dalam daerah kerja dalam keadaan berhenti ataupun saat operasi.

JOB SAFETY ANALISYS (JSA)

Posted by CONTRAKTOR 21.06, under | No comments


Salah satu cara untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja adalah dengan menetapkan dan menyusun prosedur pekerjaan dan melatih semua pekerja untuk menerapkan metode kerja yang efisien dan aman. Menyusun prosedur kerja yang benar merupakan salah satu keuntungan dari menerapkan Job Safety Analysis (JSA) – yang meliputi mempelajari dan membuat laporan setiap langkah pekerjaan, identifikasi bahaya pekerjaan yang sudah ada atau potensi (baik kesehatan maupun keselamatan), dan menentukan jalan terbaik untuk mengurangi dan mengeliminasi bahaya ini.
JSA digunakan untuk meninjau metode kerja dan menemukan bahaya yang :
• Mungkin diabaikan dalam layout pabrik atau bangunan dan dalam desain permesinan, peralatan, perkakas, stasiun kerja dan proses.
• Memberikan perubahan dalam prosedur kerja atau personel.
• Mungkin dikembangkan setelah produksi dimulai.

Pengertian Job Safety Analysis
JSA merupakan identifikasi sistematik dari bahaya potensial di tempat kerja yang dapat diidentifikasi, dianalisa dan direkam. Hal-hal yang dilakukan dalam penerapan JSA :
• Identifikasi bahaya yang berhubungan dengan setiap langkah dari pekerjaan yang berpotensi untuk menyebabkan bahaya serius.
• Menentukan bagaimana untuk mengontrol bahaya.
• Membuat perkakas tertulis yang dapat digunakan untuk melatih staf lainnya.
• Bertemu dengan pelatih OSHA untuk mengembangkan prosedur dan aturan kerja yang spesifik untuk setiap pekerjaan.

Keuntungan dari melaksanakan JSA adalah :
• Memberikan pelatihan individu dalam hal keselamatan dan prosedur kerja efisien.
• Membuat kontak keselamatan pekerja.
• Mempersiapkan observasi keselamatan yang terencana.
• Mempercayakan pekerjaan ke pekerja baru.
• Memberikan instruksi pre-job untuk pekerjaan luar biasa.
• Meninjau prosedur kerja setelah kecelakaan terjadi.
• Mempelajari pekerjaan untuk peningkatan yang memungkinkan dalam metode kerja.
• Mengidentifikasi usaha perlindungan ynag dibutuhkan di tempat kerja.
• Supervisor dapat belajar mengenai pekerjaan yang mereka pimpin.
• Partisipasi pekerja dalam hal keselamatan di tempat kerja.
• Mengurangi absent.
• Biaya kompensasi pekerja menjadi lebih rendah.
• Meningkatkan produktivitas.
• Adanya sikap positif terhadap keselamatan.

Mengembangkan Sebuah JSA
A. Memilih Pekerjaan
Pekerjaan dengan sejarah kecelakaan yang buruk mempunyai prioritas dan harus dianalisa terlebih dulu. Dalam memilih pekerjaan yang akan dianalisa, supervisor sebuah departemen harus memenuhi faktor berikut ini :

1. frekuensi kecelakaan.
Sebuah pekerjaan yang sering kali terulang kecelakaan merupakan prioritas utama dalam JSA.
2. tingkat cedera yang menyebabkan cacat.
Setiap pekerjaan yang menyebabkan cacat harus dimasukan ke dalam JSA.
3. kekerasan potensi
Beberapa pekerjaan mungkin tidak mempunyai sejarah kecelakaan namun mungkin berpotensi untuk menimbulkan bahaya.
4. pekerjaan baru
JSA untuk setiap pekerjaan baru harus dibuat sebisa mungkin. Analisa tidak boleh ditunda hingga kecelakaan atau hamper terjadi kecelakaan.
5. mendekati bahaya
Pekerjaan yang sering hampir terjadi bahaya harus menjadi prioritas JSA.

B. Membagi Pekerjaan
Untuk membagi pekerjaan, pilihlah pekerja yang benar untuk melakukan observasi. Pilihlah pekerja yang berpengalaman, mampu dan kooperatif sehingga mampu berbagi ide. Jelaskan tujuan dan keuntungan dari JSA kepada pekerja.
Observasi performa pekerja terhadap pekerjaan dan tulis langkah dasar JSA. Rekaman video pekerjaan dapat digunakan untuk peninjauan di masa mendatang. Pertanyakan langkah awal pekerjaan dilanjutkan langkah selanjutnya dan seterusnya.

C. Identifikasi Bahaya dan Potensi Kecelakaan Kerja
Tahap berikutnya untuk mengembangkan JSA adalah identifikasi semua bahaya termasuk dalam setiap langkah. Identifikasi semua bahaya baik yang diproduksi oleh lingkungan dan yang berhubungan dngan prosedur kerja.
Tanyakan pada diri masing-masing pertanyaan berikut untuk setiap tahap:
- adakah bahaya mogok, akan mogok atau kontak yang berbahaya dengan objek pekerjaan?
- Dapatkah pekerja memegang objek dengan aman?
- Dapatkah gerakan mendorong, menarik, mengangkat, menekuk atau memutar yang dilakukan menyebabkan ketegangan?
- Adakah potensi tergelincir atau tersandung?
- Adakah bahaya jatuh ketika pekerja berada di tempat tinggi?
- Dapatkah pekerja mencegah bahaya saar kontak dengan sumber listrik dan kontak putus?
- Apakah lingkungan berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan? Adakah konsentrasi gas beracun, asap, kabut, uap, debu, panas atau radiasi?
- Adakah bahaya ledakan?

D. Mengembangkan Solusi
Langkah terakhir dalam JSA adalah mengembangkan prosedur kerja yang aman untuk mencegah kejadian atau potensi kecelakaan. Beberapa solusi yang mungkin dapat diterapkan:
- Menemukan cara baru untuk suatu pekerjaan
- Mengubah kondisi fisik yang menimbulkan bahaya.
- Mengubah prosedur kerja,
- Mengurangi frekuensi pekerjaan.

Poin utama dari job safety analysis adalah : mencegah kecelakaan dengan antisipasi dan eliminasi serta mengontrol bahaya yang ada.

Kamis, 24 Februari 2011

Perencanaan Renovasi Rumah

Posted by CONTRAKTOR 19.30, under | No comments


Semua bangunan mempunyai umur bangunan masing- masing. Pada umumnya, bangunan- bangunan d Indonesia ini didesain untuk jangka waktu 50 tahun. Panas dan dinginnya iklim, perubahan siang dan malam, penggunaan dan pengoperasian sehari- hari membuat rumah mengalami penyusutan kualitas ditambah dengan sifat manusia yang tidak pernah puas membuat renovasi rumah adalah suatu kebutuhan. Setiap rumah pun memerlukan renovasi/ perlakuan yang berbeda- beda, tergantung dari kesiapan dana, fisik, dan umur pakai rumah.
Banyak pertimbangan yang sering dilakukan sebelum membangun rumah seperti berapa luas yang akan dibangun, material bangunan yang dipilih , jumlah dana yang dimiliki, peruntukan ruang, dan pemillihan corak warna. Beberapa alasan kenapa renovasi harus dilakukan yaitu : bangunan/ material sudah lama, kurang nyaman, ataupun sudah rusak dan ingin diganti, ketika pemiliknya menginginkan interior rumah yang sesuai dengan keinginan, dan saat kebutuhan akan ruang tambahan sudah mendesak/ tata ruangannya sudah tidak sesuai sehingga menginginkan suasana baru

Macam Renovasi :
Renovasi memerlukan perencanaan yang matang. Renovasi asal- asalan dan tergesa- gesa akan menghasilkan kekecewaan. Penyebabnya bisa karena tukang yang kurang ahli, pemilihan bahan yang kurang cermat, dan perencanaan yang kurang matang. Ada beberapa langkah yang diperlukan untuk renovasi, yaitu : memperkirakan struktur bangunan lama, merencanakan renovasi yang akan dilakukan (tujuan, biaya, waktu, volume pekerjaan, rancangan gambar, bahan dan material, dan tukang ).
Berdasarkan pekerjaan dan biaya, renovasi dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok. Pengelompokkan ini penting untuk anda karena suatu pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan sebuah rumah memiliki item pekerjaan yang bervariasi.

1. Renovasi ringan : Dengan mengganti cat, keramik lantai, memperbaiki instalasi air dan listrik. Umumnya waktu pengerjaan renovasi berskala ringan ini antara 1 – 7 hari
2. Renovasi sedang : Dengan mengganti pagar rumah, tampak muka, menambah teras. Renovasi ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, lantai. Umumnya waktu pengerjaan renovasi ini membutuhkan waktu 7 – 30 hari
3. Renovasi total : Dengan mengganti total tata letak bangunan, atap, penambahan lantai, pelebaran sebuah ruangan, dll. Umumnya waktu pengerjaan renovasi ini antara sebulan hingga berbulan bulan.

Posted by CONTRAKTOR 19.17, under | No comments


Pembangunan jembatan sudah mengambil banyak bentuk struktural dari tahun ke tahun. Jembatan yang dapat dilalui bisa digolongkan berdasarkan fungsinya seperti jalan raya, jalan kereta api, pejalan kaki, dan semacamnya. Secara struktur dapat dibagi ke dalam kategori bahan dari baja atau beton. Walaupun baja sudah umum digunakan dalam konstruksi jembatan, tapi kemajuan terakhir di teknologi material, besi baja telah memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan perencanaan jembatan.

Keuntungan memakai material besi/ baja daripada beton

Selain kapasitas baja untuk menahan beban berat selama masa layan, perencanaan juga harus memasukkan faktor arsitektur. berdasarkan pertimbangan itu, jembatan baja menawarkan beberapa keuntungan daripada beton.
1. Besi baja mempunyai kuat tarik dan kuat tekan yang tinggi, sehingga dengan material yang sedikit bisa memenuhi kebutuhan struktur.
2. Keuntungan lain bisa menghemat tenaga kerja karena besi baja diproduksi di pabrik, sehingga di lapangan hanya tinggal pemasangannya saja.
3. Setelah selesai masa layan, besi baja bisa dibongkar dengan mudah dan dipindahkan ke tempat lain, setelah masa layan, jembatan baja bisa dengan mudah diperbaiki dari karat yang menyebabkan penurunan kekuatan strukturnya.
4. Pemasangan jembatan baja di lapangan lebih cepat dibandingkan dengan jembatan beton dan memerlukan ruang yang relatif kecil di lokasi konstruksi. Ini adalah salah satu keuntungan dari jembatan baja ketika lokasi itu berhubungan dengan lokasi proyek padat dan sempit.
5. Rendahnya biaya pemasangan, jadwal konstruksi yang lebih cepat, dan keselamatan kerja sewaktu pemasangan lebih terjamin.

Kelemahan memakai material besi/ baja daripada beton

Tapi baja juga memiliki kelemahan seperti :
1. Bisa berkarat
2. Lebih berisik jika dilewati beban seperti kereta api.
Karena itu ada penelitian dan pengembangan untuk masalah ini yaitu mengembangkan baja mutu tinggi tahan korosi yang sangat berguna jika jembatan berada di daerah laut yang kadar garamnya tinggi. Untuk mengatasi kebisingan , maka dikembangkan beton komposit dengan baja di atas permukaannya, sehingga bisa menurunkan tingkat kebisingan.

Penelitian di dalam kualitas baja yang digunakan di dalam pembangunan jembatan, bersamaan dengan metoda-metoda konstruksi lainnya , sudah membuat produksi dan pemasangan jembatan baja bentang yang panjang. Dan komponen struktur baja dapat dibuat sepanjangnya- panjangnya dan pemasangan dapat dibagi menjadi beberapa blok-blok, Sedangkan pengiriman komponen dan pemasangan di lapangan dapat bekerja dengan cepat dan mudah. Jembatan baja dapat dikhususkan untuk dibengkokkan atau disesuaikan dengan kondisi- kondisi di lapangan dengan sempurna. Di mana lokasi berisi sebagian besar dari lumpur dan bumi lemah, konstruksi dari suatu jembatan baja dapat dilakukan dengan mudah dan aman karena berat baja hanya 25 - 35 % dari bobot mati struktur beton yang setara.

Salah satu keuntungan besi baja dalam masalah keamanan strukturnya adalah besi baja mempunyai kekuatan struktur yang pasti bila dibandigkan dengan beton yang kekuatan strukturnya berubah berdasarkan campuran semen dan airnya. Karena diproduksi di pabrik, besi baja mempunyai kualitas yang seragam dan ketelitian ukuran yang tinggi daripada beton. Beban angin juga menjadi lebih kecil dalam jembatan yang memakai material baja. Ini dikarenakan material struktur dengan memakai baja lebih kecil daripada jembatan dari beton. Besi itu juga sangat keras, sehingga walaupun sudah mencapai titik leleh karena beban jembatan,besi baja masih bisa kembali ke bentuk asalnya, berbeda dengan beton yang sangat rapuh, sekali dia meregang akan retak. Bila beton meregang dalam waktu lama, beton cenderung untuk menyusut dan deformasinya akan menghasilkan retak. Sedangkan baja tidak bermasalah seperti beton yang punya kecenderungan untuk retak sewaktu masa pengecoran karena efek pengeringan. Dalam hal ini jembatan baja lebih bagus dari beton dari sisi penampilan. Dalam hal gempa baja juga menunjukkan daya tahannya daripada beton.

Usaha Meningkatkan Mutu Beton

Posted by CONTRAKTOR 19.11, under | No comments


Dr. lr. FX Supartono menjelaskan pada dasarnya beton bermutu tinggi merupakan beton yang memiliki kekuatan tinggi, namun param¬eter beton mutu tinggi sangat beragam, tergantung di mana ia berada. Di Indonesia, beton dengan kekuatan di atas 50 Mpa sudah digolongkan beton mutu tinggi, sementara di Australia beton berkuatan 200 MPa merupakan hal blasa. Di China, dengan menggunakan agregat sintetik, telah ada beton hingga 300 MPa. Dalam perkembangan konstruksi beton modern, beton dituntut menjadi material konstruksi yang bermutu tinggi sekaligus berkinerja tinggi. Pada betonsegar, mudah dalam pengerjaan pengecoran (workable), panas hidrat yang rendah (low heat of hydration), susut relatif rendah pada saat penge¬ringan, memiliki tingkat waktu ikat awal (acceleration) atau penundaan (retardation) yang baik, serta mudah dipompakan ke tempat yang lebih tinggi, merupakan beberapa tuntutan yang harus dapat dipenuhi beton bermutu dan berkinerja tinggi.

Sementara, pada beton yang sudah mengeras, beton bermutu dan berkinerja tinggi dituntut memiliki kekutan tekan yang tinggi, kuat tarik yang baik, kuat tekan awal yang tinggi, perilaku yang daktail (liat), kedap udara dan air, tahan terhadap abrasi dan korosi sulfat, penetrasi klorida yang rendah, muai susut yang rendah, dan awet.

Bahan aditif
Untuk meningkatkan kinerja beton, terdapar beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, mengurangi porosi beton dengan cara mengurangi jumlah air dalam adukan beton. Kedua, menambahkan aditif mineral seperri silicafume, copper slog atau abu terbang (fly ash). Ketiga, menambahkan serat pada adukan beton. Keempat, menggunakan beton dengan sifat pemadatan mandiri atau self compacting concrete. Menurut Dr. lr. FX Supartono, dalam pembuatan beton, semen merupakan satu komponen yang paling mahal sehingga sangat menentukan harga beton. Salah satu cara menekan harga beton adalah dengan mengurangi penggunaan semen. Namun, untuk menghasilkan beton bermutu dan berkineria tinggi, jumlah se¬men yang dikurangi harus digantikan dcngan zat aditif lain. Dr. lr. FX Supartono menganjurkan untuk. menggunakan limbah industri metal seperri silicafume dari industri silica dan copper slag yang merupakan limbah pada tungku pembakaran tembaga, atau menggunakan abu terbang dari limbah pembakaran batu bara.

Mikrosilika
ilicafume atau disebut juga mikrosilika merupakan limbah yang memiliki kandungan silica (SiO2) mencapai 85-95% Ukuran butiran silika yang sangat halus berkisar 0,1-¬ 1µm. Lebih kecil dibandingkan butiran semen yang bekisar 5-50 µm. Jika ditambahkan pada adukan beton, akan mengisi rongga rongga di antara butiran semen sehingga beton akan menjadi lebih kompak dan padat.


Selain itu, rnikrosilika akan bereaksi dengan C3S dan C2S dalam semen dan menghasilkan gel CSH-2 yang akan membentuk suatu ikatan gel yang kuat dan padat di di dalam beton. Selanjutnya, reduksi kalsium hidroksida (CaOH) oleh Si02 akan mengurangi unsur pembentuk ettringite sehiogga mengurangi sensitivitas beton terhadap serangan sulfat. Karenanya, beton tidak mudah ditembus air serta tidak mudah mengalami korosi. Karena harga mikrosilikon masih mahal, umumnya penggunaan mikrosilika hanya 3-10% dari berat semen dalam adukan beton.

Komposisi abu terbang (fly ash) hampir sama dengan mikrosilika, tetapi kadar silika (SiO2) yang terkandung di dalamnya lebih rendah, hanya sekitar 40-65% saja. Efek fly ash terhadap beton juga hampir sama dibanding menggunakan aditif mikrosilika. Namun gel CSH-2 vang dihasilkan lebih rendah sehingga kekompakan dan kepadatan beton juga rendah. Untuk meningkatkan mutu beton yang menggunakan fly ash, maka kadarnya harus lebih banyak, yaitU 20% dari total berat semen dalam beton.

Copperslag
Copper slag merupakan salah satu dari ground granu¬lated blast furnace. slag (GGBFS) atau ampas bijih dan tungku perapian. Komposisi bahannya mendekati semen dan harganya relatif lebih murah. Copper slag bisa sebagai aditif yang sekaligus mengantikan semen dalam adukan beton. Sering kali dalam praktik di lapangan persentase dibuat cukup tinggi, berkisar antara 20-65%.

Copper slag yang menggantikan sebagian semen memberikan beberapa keuntungan. Pertama, panas hidrasi dan muai susut beton akao berkurang sehingga memperbaiki kinerja beton. Kedua, harga beton akan lebih murah. Ketiga, dengan mengurangi konsumsi semen, berarti juga akan mengurangi energi dalam proses pembuatan semen dan mengurangi polusi yang disebabkan proses produksi semen. Keempat, dengan menggunakan bahan limbah, berarti secara nyata telah menerapkan teknologi material berkelanjulan (sustainable material technology). "Penggunaan limbah merupakan satu bentuk peran serta kita melestarikan lingkungan," terang Dr. lr. FX Supartono yang juga memimpin perusahaan konsultan PT Partono Fondation.

Penelitian yang dilakukan Departemen Teknik Sipil Universitas Tarumanagara menunjukkan bahwa penggantian sebagian semen dengan copper slag, dengan porsi 10-40%, dapat menghasilkan beton berkekuatan 60-75 MPa, tergantung pada kehalusan copper slag. Ada dua rnacam ukuran kehalusan yang digunakan, yaitu 90’ cm2 / grm dan 1.184 cm2/grm. Semakin halus copper slag, Makin tinggi pula kuat tekan beton. Pengujian ini menggunakan rasio kadar air semen sekitar 0,3.

Bahan serat
Selain limbah dan industri metal, bahan serat (fiber) dapat pula meningkatkan kinerja beton, yang dikenal dengan beton berserat. Disini serat berfungsi sebagai tulangan mikro yang melindungi beton dari keretakan, meningkatkan kuat tarik dan lentur secara tak langsung. Serat juga meningkatkan kekuatan tekan dan daktilitas beton, meningkatkan kekedapan beton, serta meningkatkan daya tahan beton terhadap beban bertulang dan beban kejut. Sistem tulangan mikro yang terbuat dari serat-serat ini bekerja berdasarkan prinsip-prinsip mekanis, yaitu berdasar pada ikatan (bond) antar serat dan beton, bukan secara kimiawi..Oleh karenanya, material komposit beton berserat akan menjadi bahan yang tak mudah retak.

Proses kimiawi dalam beton tidak akan terpengaruh dengan adanya serat dan tidak akan merugikan proses pengerasanbeton dalam jangka pendek maupun panjang. Beberapa jenis bahan serat yang dapat dipergunakan dalam beton, antara lain serat alami (rami, abaca), serat sintetis (polyproplene. polyester), nylon), serat baja, dan fiber glass. Meningkatkan kuat tarik dan lentur, meningkatkan daktilitas dan kemampuan menyerap energi saat berdeformasi, mengurangi retak akibat susut beton, meningkatkan ketahanan fatigue (beban berulang) dan meningkatkan ketahanan impact (beban tumbukan) merupakan beberapa keunggulan beton berserat.

Self compacting concrete
Satu konsep terbaru untuk menciptakan beton berkinerja tinggi adalah dengan menggunakan self compacting concrete berbentuk flowoble Concrete. Konsep ini menjadi solusi agar beton dapat dituang dengan mudah dan cepat tanpa perlu dipadatkan/ digetarkan. Beton dengan mudah mengalir, mengisi rongga- rongga tulangan yang rapat tanpa mengalami bleeding atau segregasi, meskipun pada tempat- tempat sulit.
Secara umum, self compacting concrete yang diproduksi dengan bahan tambahan super plasticizer berbasis polimer, mikrosilika, serta tambahan lain yang spesifik serta ukuran agregat lebih kecil dari 20 mm, dapat menghasilkan beton bermutu dan berkinerja tinggi. Diakui Dr. lr. FX Supartono, perkembangan teknologi beton nasional sangat tertinggal dengan negara maju. Belum banyak insinyur yang menguasai dan mendalami teknologi beton bermutu dan berkinerja tinggi, khususnya dalam teknologi pencampuran material. Selain itu juga terkendala kualitas material yang ada di Indonesia.

Satu prinsip yang harus dipahami oleh para tenaga produksi beton adalah harus bisa membuat beton bermutu dengan bahan material yang ada di sekitar mereka. "Kalau mereka semua memegang prinsip itu, beton menjadi materiaI yang ekonomis dan menyenangkan," ujar Dr. lr. FX Supartono.

Plat Lantai Siap Pasang, Precast Hollow Core Slab

Posted by CONTRAKTOR 19.04, under | No comments


Penggunaan produk precast concrete sebagai pelat lantai, relatif sudah banyak dijumpai disini. Dengan digunakan precast maka pemakaian bekisting dan perancah akan berkurang drastis sehingga dapat menghemat waktu pelaksanaan. Salah satu produk precast untuk lantai adalah adalah precast hollow core slab.

Sistem precast hollow core slab menggunakan sistem pre-tensioning dimana kabel prategang ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran. Oleh karena itu pembuatan produk precast ini harus ditempat fabrikasi khusus yang menyediakan dudukan yang dimaksud. Adanya lobang dibagian tengah pelat secara efektif mengurangi berat sendirinya tanpa mengurangi kapasitas lenturnya. Jadi precast ini relatif ringan dibanding solid slab bahkan karena digunakannya pre-stressing maka kapasitasnya dukungngya lebih besar.
Keberadaan lobang pada slab tersebut sangat berguna jika diaplikasikan pada bangunan tinggi karena mengurangi bobotnya lantai. Bayangkan saja, untuk solid slab, tebal 120 mm saja maka beratnya adalah sekitar 288 kg/m2 hampir sama dengan berat beban hidup rencana untuk kantor yaitu 300 kg/m2. Padahal kontribusi kekuatan pelat hanya untuk mendukung pembebanan tetap saja (DL + LL). Bahkan karena beratnya tersebut akan menjadi penyumbang utama besarnya gaya gempa. Jadi jika berat lantai berkurang maka beban gempa rencananya juga kurang.

Dengan demikian penggunaan lantai precast yang ringan juga mengurangi resiko bahaya gempa.

Analisis Sederhana Perhitungan Pondasi Tiang Pancang

Posted by CONTRAKTOR 18.58, under | 2 comments


Pada bangunan tinggi, umumnya digunakan pondasi dalam, baik berupa tiang pancang maupun tiang bor. Disamping itu, sering kali digunakan pondasi rakit (basement) yang kadang juga diperkuat lagi dengan pondasi tiang pancang. Pondasi tiang ini dapat berupa : Frankie Pile, Baja profil H, dan Pipa baja. Namun yang paling sering diguakan adalah tiang pancang beton bertulang, pipa beton prategang, dan pondasi bor (dengan atau tanpa selubung casing).

Untuk perencanaan pondasi ini, perlu dilakukan penyelidikan tanah, terutama sondir untuk mendapatkan nilai konus (qc) dan JHP (Jumlah Hambatan Pelekat = τ) Nilai qc dan τ ini untuk mengitung kapasitas daya dukung satu tiang.

Pada pondasi tiang pancang ini, dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1. Point Bearing Pile (pondasi yang bertumpu pada lapisan taah keras)
Pada kondisi ini, tiang dianggap bertumpu pada lapisan keras dengan nilai qc = 200 kg/cm2

2. Friction Pile (pondasi yang mengandalkan lekatan tanah)
Mengingat lapisan tanah keras berada jauh di dalam tanah, maka daya dukung tiang pancang dihitung berdasarkan rumus :
Ptiang = (A.qc)/3 + (O.τ.qc)/3
Dimana:
A adalah luas penampang tiang
Qc adalah tegangan konus tanah keras (qc = 200 kg/cm2)
O adalah keliling penampang tiang
τ adalah Jumlah Hambatan Pelekat (τ = 0,2 kg/cm2)

Di atas pondasi tiang, diberikan poer atau plat pengikat (pile cap). Ketebalan poer ini diperhitungkan berdasarkan tegangan pons :
σpons = (P kolom)/(a+b+2t)2t → untuk kolom persegi
σpons = (P kolom)/(2r +t)πt → untuk kolom lingkaran


Bangunan tinggi yang menggunakan pondasi rakit berupa basement, daya dukung pondasinya dihitung berdasarkan :
Prakit = WG + Wpondasi
Dimana WG adalah berat bangunan
Wpondasi adalah berat pondasi rakit

Jika pondasi bangunan merupakan gabungan antara pondasi rakit dan pondasi tiang, maka jumlah tiang pancang yang diperlukan adalah :
n = (Wg-P rakit)/(P tiang)

Dimana :
Wg adalah berat bangunan
Prakit adalah daya dukung pondasi rakit
Ptiang adalah daya pikul satu pondasi tiang

Untuk perhitungan tulangannya insyaAllah akan ditulis dalam artikel berikutnya.

Tags